Kami PT. Veloce Indonesia Jaya (VELSICURO) sebagai Perusahaan di Indonesia yang khusus bergerak di
bidang Cyber Security, dan salah satu solusi kami adalah Cyber Security Education.
Velsicuro Cyber Security Education kami adalah berupa kombinasi Simulasi Lab Hands on dari “ Cyber
Ranges” UK (60%) dan “Velsicuro Cyber Lab Indonesia (40%) juga didukung oleh Tenaga pengajar Nasional
yang berpengalaman juga bersetifikat nasional maupun internasional.
Beberapa keunggulan daripada Pelatihan VELSICURO CYBER RANGES kami adalah:
• Simulation Labs hand on Skenarios dapat dipilih atau dibuat (customized) sesuai dengan kebutuhan
daripada institusi instusi dengan mengikut era atau zaman daripada behaviour para Hackers dunia
saat ini
• Pelatihan Khusus pakar IT cyber terutama dibidang militer atau intelligence , maka semua skenarios
dapat dicreate khusus untuk masing masing negara dan hanya dapat digunakan atau diketahui
oleh insitusi negara yang bersangkutan
• Cyber Ranges UK platform, sudah digunakan di berbagai sektor sebagai berikut:
- Military : US Dept. Defence, army, marine, air force, Pentagon VA,Saudi intelligence, UK
intelligence, NATO , dll
- Akademi : Malaysia Universitas, Filiphina Universitas, Royal Holloway Univ. London, Warwick
Universitas, APU (asia pacific Universitas), dll
- Official Global Platform of UN (PBB), Mitre Engenuity, Deloitte
- Banking : Bank Central Malaysia, HSBC, Saudi Banks, US Banks, dll
Sebagai penjelasan lebih lanjut , maka ijinkan kami memaparkan beberapa point point penting daripada
Pelatihan Cyber Range Driling ini.
1. Latar Belakang
Peningkatan pemanfaatan teknologi digital di Indonesia memiliki dampak yang signifikan tidak hanya pada
sektor finansial, telekomunikasi dan industry lainnya, tetapi juga pada institusi pemerintah dan pendidikan
seperti universitas. Di era digital saat ini, teknologi digital telah menjadi pendorong utama produktivitas
dan pertumbuhan dalam berbagai perusahaan, bisnis, dan lembaga pendidikan. Dengan pergeseran ke
teknologi digital, saluran layanan bisnis semakin berkembang dan mencapai lebih banyak orang dengan lebih efisien. Namun, perlu diakui bahwa semakin meluasnya teknologi digital juga berarti semakin
meningkatnya risiko keamanan dan ancaman siber.
BSSN mencatat, Indonesia mendapatkan 370,02 juta serangan siber pada 2022. Jumlah tersebut meningkat
38,72% dari tahun sebelumnya yang sebanyak 266,74 juta serangan siber di tanah air. Hal tersebut
menegaskan ancaman seperti peretasan transaksi keuangan, pencurian data, gangguan layanan, serangan
malware, praktik phishing dan social engineering adalah beberapa contoh risiko keamanan siber yang dapat
memiliki dampak yang signifikan baik bagi pelaku industry, instansi pemerintah maupun swasta. Di samping
itu, pencurian informasi dan data pribadi juga bisa berdampak negatif pada reputasi institusi dan
kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut.
Hal ini diperburuk dengan data sangat kurangnya tenaga ahli keamanan siber di Indonesia, baik dari jalur
pendidikan formal, maupun karena pengalaman kerja dan pelatihan informal. Karena itu, pengembangan
ketrampilan dalam bidang keamanan siber menjadi sangat krusial dalam era digital ini, baik untuk sektor
industry, pemerintahan maupun swasta. Melalui pelatihan ini, akan ditingkatkan pemahaman mengenai
praktik keamanan siber yang aman, termasuk penguatan teknologi, perlindungan data, deteksi dan
penanganan perangkat lunak berbahaya, dan strategi untuk menghadapi berbagai bentuk rekayasa sosial
yang mungkin terjadi. Selain itu, pelatihan ini akan membekali mahasiswa dengan keterampilan teknis dan
strategis untuk menghadapi risiko keamanan siber dan meminimalisir potensi kerugian finansial serta
kerusakan reputasi.
2. Tujuan Pelatihan Ketrampilan Keamanan Siber
Tujuan utama dari pelatihan keamanan siber bagi Users adalah untuk meningkatkan kesadaran dan
keterampilan dalam mengenali, mencegah, dan menanggulangi serangan keamanan siber. Pelatihan ini akan
membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk memastikan
keamanan data, informasi, dan sistem layanan yang diakses dan nantinya akan memberikan bekal yang cukup
agar dapat menjadi Angkatan kerja siap pakai di Indonesia.
Beberapa tujuan spesifik dari pelatihan keamanan siber untuk Users dapat meliputi:
1. Meningkatkan kesadaran mahasiswa akan risiko keamanan siber:
Pelatihan akan membantu Users untuk memahami pentingnya keamanan siber, risiko yang terkait,
serta dampak yang dapat ditimbulkan oleh serangan siber. Dengan memahami risiko yang ada,
mahasiswa akan lebih waspada dan dapat melakukan tindakan pencegahan yang tepat.
2. Mengenali taktik serangan siber
Pelatihan akan membantu Users untuk mengenali taktik dan metode serangan siber yang umum
dilakukan oleh peretas, seperti phishing, malware, ransomware, dan serangan denial-of-service
(DoS). Dengan mengetahui taktik ini, USERS dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk
menghindari serangan siber.
3. Memperkuat keterampilan teknis dan strategis
Pelatihan akan membantu Users untuk memperkuat keterampilan teknis dan strategis dalam
mengatasi serangan siber, seperti pemantauan lalu lintas jaringan, manajemen patch, penetration
testing dan analisis log keamanan. Dengan keterampilan ini, mahasiswa dapat merespons serangan
siber dengan cepat dan efektif serta memperkuat ketahanan digital universitas.
4. Meningkatkan penggunaan teknologi keamanan
Pelatihan akan membantu USERS untuk memahami dan menggunakannya teknologi keamanan,
seperti firewalls, antivirus, enkripsi dan autentikasi dua faktor. Dengan memanfaatkan teknologi
keamanan ini secara optimal, mahasiswa universitas dapat memastikan keamanan data, informasi,
dan sistem layanan dan penunjang.
5. Memperkuat kepatuhan pada kebijakan keamanan
Pelatihan akan membantu USERS untuk memahami dan mematuhi kebijakan keamanan yang telah
ditetapkan oleh institusi, seperti kebijakan penggunaan kata sandi yang kuat dan penanganan data
pribadi. Dengan mematuhi kebijakan ini, USERS dapat memastikan bahwa Institusi tetap aman dari
serangan siber dan memenuhi persyaratan hukum yang berlaku.
Dengan meningkatkan kesadaran dan keterampilan USERS dalam keamanan siber, Institusi dapat
memastikan bahwa data, informasi, dan sistem layanan tetap aman dari serangan siber. Pelatihan
keamanan siber juga akan membantu Institusi dalam memenuhi regulasi keamanan dan privasi yang
diperlukan oleh regulator dan pelanggan.
Di samping meningkatkan kesadaran dan keterampilan USERS dalam menghadapi ancaman keamanan
siber, pelatihan keamanan siber juga dapat memberikan sejumlah keuntungan bagi Institusi. Beberapa
di antaranya adalah:
1. Meningkatkan kepercayaan pengguna
Keamanan dan privasi adalah hal yang sangat penting bagi ekosistem Institusi, terutama karena
mereka memberikan data pribadi dan keuangan yang sensitif. Dengan meningkatkan keamanan
siber, universitas dapat memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada ekosistemnya, dan juga
memberikan rasa nyaman dalam menggunakan layanan digital dan meningkatkan loyalitas mereka
terhadap Institusi.
2. Mengurangi risiko
Dalam lingkungan bisnis yang semakin tergantung pada teknologi, risiko keamanan siber menjadi
semakin tinggi. Pelatihan keamanan siber akan membantu Insitusi dalam mengurangi risiko
keamanan siber dan melindungi aset mereka dari serangan siber. Ini dapat membantu Institusi
menghindari kerugian finansial dan reputasi yang disebabkan oleh serangan siber.
3. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas
Serangan siber dapat menghambat operasi universitas dan mempengaruhi produktivitas USERS.
Dengan memastikan keamanan siber, universitas dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas
USERS dan menghindari gangguan operasional yang disebabkan oleh serangan siber. Ini dapat
membantu Institusi dalam meningkatkan efisiensi operasional dan layanan kepada pelanggan.
Dalam rangka untuk mencapai manfaat-manfaat tersebut, pelatihan keamanan siber akan membantu
mahasiswa Institusi untuk memahami risiko keamanan siber, taktik dan metode serangan, serta teknologi
keamanan dan strategi yang tepat untuk menanggulangi serangan siber. Pelatihan keamanan siber adalah
investasi penting bagi Institusi untuk memastikan keamanan siber dan melindungi data, informasi, dan
layanan pengajaran mereka dari serangan siberMateri dan Metode Pelatihan
3. Materi Pelatihan
Proposal ini mengusulkan digunakannya suatu platform cyber range (platform online pelatihan berbasiskan
scenario keamanan siber), sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan USERS dalam
menangani tantangan keamanan siber. Platform cyber range tersebut merupakan platform pelatihan
keamanan siber yang dirancang khusus untuk Institusi dan entitas kursus ketrampilan lainnya. Pelatihanpelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan USERS dalam menghadapi ancaman keamanan
siber yang semakin kompleks dan beragam.
Pelatihan-pelatihan ini mencakup topik-topik penting seperti identifikasi ancaman keamanan siber,
pencegahan serangan siber, penanganan insiden keamanan siber, dan taktik dan strategi keamanan siber
yang efektif. Pelatihan-pelatihan ini disusun dengan cara yang interaktif dan praktis, dengan tujuan untuk
memastikan peserta dapat memahami konsep keamanan siber dengan mudah dan dapat menerapkan
pengetahuan mereka dalam kehidupan kerja sehari-hari.
Peta materi yang ditawarkan adalah sebagai berikut:
Beberapa tingkatan ketrampilan yang dapat dibina melalui scenario cyber range dapat dilihat pada gambar
diatas, yaitu Fundamental (pengetahuan dasar), Intermediate (ketrampilan inti seorang ahli keamanan siber),
dan Avanced (ketrampilan strategic yang harus dimiliki di tingkatan manajemen teknologi informasi ataupun
keamanan siber).
Pada tingkatan Intermediate, ketrampilan ini dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu ketrampilan
defensive (Blue Team), yaitu ketrampilan bertahan dari serangan terhadap keamanan siber, dan ketrampilan
offensive (Red Team), yaitu ketrampilan untuk melakukan serangan terhadap keamanan siber